Dua Ormas yang Bentrok di Bekasi Sepakat Damai

Wisnu Yusep, Jurnalis
Jum'at 22 Mei 2020 01:19 WIB
Share :

BEKASI - Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) meminta maaf atas keributan yang terjadi dengan ormas Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang terjadi Jalan Kampung Rawa Bojong No.36, RT.007/RW.014, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kedua ormas itu pun sepakat berdamai.

"Saya Sendy Rahmat Hidayat selaku ketua organisasi dan keanggotaan Pemuda Pancasila Kota Bekasi memohon maaf kepada keluarga besar PSHT, yang mana telah terjadi kesalahpahaman," kata Sendy dalam video yang berdar di media sosial Whasttup, yang dikutip Okezone, Kamis (21/5/2020) malam.

Dia pun meminta agar kesalahpahaman yang terjadi ini, agar tidak terulang dan berharap agar PSHT yang sudah menjalin komunikasi dengan PP agar membukakan pintu maaf.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih kepada Muspita yang membantu menyelesikan permasalahan ini," lanjut Sendy.

PP Kota Bekasi, kata Sendy selalu berkomitmen untuk menjaga kesejukan dalam bulan suci Ramadan ini. "Saya pribadi terimakasih atas penyelesaian dari keluarga PSHT yang sangat dewasa dan kekeluargaan, mudah-mudahan Kota Bekasi selalu aman dan tentram," cetus dia.

Diketahui, telah terjadi keributan antar Ormas PP dan Ormas PSHT di Jalan Kampung Rawa Bojong No.36, RT.007/RW.014, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa itu, kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, terjadi pada Kamis 21 Mei 2020 pukul 02.30 WIB. "Telah terjadi pengeroyokan terhadap saudara Totok (pemilik warung) yang dilakukan oleh saudara Iwan cs (Pemuda Pancasila)," kata Erna kepada Okezone.

Katika itu, lanjut Erna, Toto telah membuka warung kopinya di wilayah Bintara, Kota Bekasi dekat pos Pemuda Pancasila. Setiap malanya, lanjut Erna, anggota Pemuda Pacasila yang di Pos selalu memasan kopi lebih dari 6 gelas, namun tidak membayar.

"Karena korban merasa situasi lagi sepi dampak corona,Toto minta uang kopi dan terjadi adu mulut sehingga Iwan marah dan menendang Toto, yang kemudian Toto membanting Iwan yang mengakibatkan kepalanya luka," kata Erna.

Selanjutnya, lanjut Erna sekitar 3 orang Pemuda Pancasila mengeroyok Toto. Pada saat pengeroyokan tersebut Pemuda Pancasila mengeluarkan kalimat menantang organisasi silat Setua Hati Terate.

"Pada pukul 03.00 Wib dilaksanakan mediasi dan perdamaian oleh kedua belah pihak dengan menandatangani surat perdamaian dan dokumentasi," jelas Erna.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya