BENGKULU – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) berinisial Al (53) asal Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, meninggal dunia. Sebelumnya, pasien telah menjalani pemeriksaan rapid test, hasilnya reaktif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pasien yang meninggal dunia telah dimakamkan sesuai SOP Covid-19, pada Senin 25 Mei 2020.
Selain itu, kata Herwan, sampel swab pasien tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, pasien tersebut memiliki penyakit bawaan, yakni sakit jantung.
''Hasil rapid test reaktif, sudah dilakukan pengambilan swab dan menunggu hasil. Pasien memiliki penyakit penyerta jantung, dan sudah dimakamkan secara Covid-19,'' kata Herwan, Selasa (26/5/2020).
Untuk hasil sampel swab yang sebelumnya telah dikirim, jelas Herwan, hingga hari ini belum ada yang keluar dari laboratorium Unand Padang, Sumatera Barat, dan Balai Besar Laboratorium (BBLK), Palembang, Sumatera Selatan.
Herwan menduga, belum keluarnya hasil swab lantaran banyaknya sampel yang diperiksa di dua laboratorium tersebut. Namun, kata Herwan, jika sampel swab sudah diperiksa, pihak laboratorium akan segera menyampaikan kepada Dinkes.
''Sampel yang belum kita terima dari laboratorium Unand Padang, sekira 50-an dan di laboratorium Palembang sekira 60-an sampel. Belum keluar hasil swab kemungkinan adanya jumlah sampel yang menumpuk di laboratorium,'' tutur Herwan.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, Jaduliwan, hari ini ada dua kasus orang dalam pemantauan (ODP) tambahan. Mereka berasal dari Kabupaten Lebong dan Mukomuko.
Ia melanjutkan, dengan tambahan tersebut total ada 750 ODP. Rinciannya, 679 selesai pemantauan dan 71 masih dalam pemantauan.