JAKARTA - Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Evi Mulyani membantah adanya bocornya data 1,3 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemendikbud.
"Mencermati informasi mengenai variabel data yang dimaksud Sdr. Teguh Aprianto melalui akun twitter @secgron pada tanggal 27 Mei 2020, maka pengelola data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti) menegaskan bahwa data yang dimaksud bukan berasal dari Dapodik ataupun PD Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," kata Evy dalam pernyataan resminya, Kamis (28/5/2020).
Menurut Evy ada beberapa indikasi yang meyakinkan bahwa data yang bocor bukan merupakan data PNS Kemendikbud. Beberapa indikasinya yang pertama variabel NO_SHDK dan SHDK tidak tercatat di sebagai variabel di Dapodik dan data PD Dikti. Kemudian, variabel stat_ktp tidak ada di dalam variabel Dapodik dan data PD Dikti.
Selain itu Evy menambahkan bahwa variabel kerja tidak sesuai dengan referensi pekerjaan di Dapodik data PD Dikti data PD Dikti dan referensi jenjang pendidikan tidak sesuai dengan penamaan di Dapodik data PD Dikti.
Evy juga memastikan bahwa pengelolaan data di lingkungan Kemendikbud selalu menerapkan protokol perlindungan data pribadi yang aman sesuai dengan Permenkominfo 20 Tahun 2016.