Hendak Daftar Masuk Sekolah, Puluhan Calon Siswa Antre Urus Surat Sehat di Puskesmas

INews.id, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2020 10:33 WIB
Calon siswa antre urus surat sehat di Puskesmas di Mojokerto. Foto: Sholahudin/iNews
Share :

MOJOKERTO – Antrean pengurusan surat sehat guna keperluan pendaftaran siswa baru terjadi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pungging, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis 29 Mei 2020. Siswa yang antre didampingi orangtua masing-masing.

“Keterangan sehat ini wajib dibawa sebelum mendaftar. Semua SMA pakai syarat ini, termasuk di SMKN 1 Pungging tempat saya mendaftar,” kata salah seorang calon siswa, Jihan, Kamis 28 Mei 2020, sebagaimana dikutip dari iNews.

Pantauan di lokasi, sejak pagi antrean para calon siswa dan orangtua terlihat di depan halaman Puskesmas Pungging. Selain di ruang tunggu, antrean juga terlihat di halaman puskesmas.

Untuk mendapatkan surat ini, para calon siswa menjalani serangkaian tes, di antaranya tes kesehatan mata, berat badan, tinggi badan, serta tanda tato dan pirsing bagi calon siswa laki-laki.

Informasi yang dihimpun, di tengah pandemi Covid-19 sejumlah sekolah di Kabupaten Mojokerto tetap membuka pendaftaran siswa baru meski belum ada instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Oleh karena itu pihak puskesmas pun terpaksa melayani permintaan tersebut. Kepala Puskesmas Pungging dr Agus mengatakan permohonan surat sehat cukup banyak. Pihaknya pun terpaksa membatasi 100 calon siswa per hari.

Baca Juga: Tenaga Medis Positif Corona, Kota Mojokerto Masuk Zona Merah

Selain karena jumlah petugas terbatas, pembagian ini juga untuk menghindari kerumunan. “Physical distancing tetap kita berlakukan. Karena itu pemohon kita batasi 100 orang setiap hari,” katanya.

Agus juga menyatakan, tidak ada pemeriksaan corona bagi para calon siswa tersebut. “Hanya surat keterangan sehat saja,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan pemerintah berencana mengaktifkan kegiatan sekolah lagi setelah sempat diliburkan karena pandemi Covid-19. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, jika sekolah dibuka kembali, maka harus dipastikan sekolah itu berada di zona hijau virus corona.

“Jikalau memang sekolah ingin dibuka, harus dipastikan memang hanya untuk daerah yang berada dalam zona hijau sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” kata Hetifah saat dihubungi Okezone kemarin.

Baca Juga: Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Buka Kembali Sekolah di Tengah Covid-19!

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya