Justru ketika Risma tidak membela rakyatnya maka dia menjadi pemimpin yang salah. Pihaknya tidak mengenal malu dalam membela kepentingan rakyat kecil.
”Teman Golkar bilang, apa Bu Risma tidak malu dilihat masyarakat ketika marah? Saya bilang, bagi PDI Perjuangan, kita tidak mengenal malu untuk membela rakyat. Kita malu kalau lebih membela kepentingan politik dukung-mendukung daripada membela rakyat,” ucapnya.
Ia menambahkan, jika Gubernur dan Wagub Jatim fokus dan cermat dalam penanganan Covid-19 di Jatim, maka penentuan skala prioritas menjadi hal mutlak. Kalau ingin melandaikan kurva, maka kendalikan tingkat episentrum tertinggi.
Salah satunya dengan perluasan dan penambahan tes berbasis PCR di tempat episentrum tertinggi untuk segera dilakukan langkah mitigasi. Tapi faktanya Gubernur dan Wagub dinilai tidak melakukan aksi strategis.
"Mobil tes PCR hanya salah satu contoh. Contoh lain, tidak ada antisipasi sehingga rumah sakit overload, dan baru-baru ini bingung RS darurat. Lalu apa gunanya Gubernur dan Wagub bikin banyak seremoni, jika tak diiringi aksi strategis?," tandas Deni.
(Amril Amarullah (Okezone))