Penasihat Keamanan Nasional AS Kecam Kurangnya Intervensi dalam Kematian George Floyd

Agregasi VOA, Jurnalis
Senin 01 Juni 2020 07:23 WIB
Penasihan Keamanan Nasional AS Robert O'Brien. (Foto: VoA/AP)
Share :

WASHINGTON - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Robert O'Brien mengatakan ”kebiadaban mutlak” ketika tiga anggota polisi di Minneapolis, Minnesota, menyaksikan tanpa campur tangan ketika seorang polisi lainnya dengan lututnya menindih seorang pria kulit hitam di lehernya ketika ia dalam posisi tengkurap, sementara orang itu merintih bahwa dia tidak bisa bernapas.

George Floyd, seorang laki-laki kulit hitam Amerika berusia 46 tahun yang diborgol dan ditengkurapkan di jalan setelah dia dicurigai menggunakan uang kertas palsu USD20, tewas dalam insiden itu Senin (25/5/2020). Derek Chauvin, polisi kulit putih yang menindih lehernya dengan lutut selama beberapa menit, didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga pada hari Jumat (29/5/2020).

Video insiden itu disiarkan secara luas melalui media sosial dan berbagai jaringan siaran berita, sehingga memicu protes lima hari di puluhan kota di Amerika. Demonstrasi sering meletus dalam kekacauan, dan pengunjuk rasa membakar mobil polisi dan gedung-gedung pemerintah dan bentrok dengan pihak berwenang dalam kerusuhan. Para penjarah telah mengobrak-abrik toko-toko dan menjarah barang-barang konsumen yang mahal.

Baca juga: Serukan New Normal, Ini Pernyataan Lengkap Barack Obama soal Kematian George Floyd

Chauvin dan tiga koleganya yang ketika itu berada lokasi kejadian semuanya dipecat dari dinas kepolisian kota Minneapolis. Tiga polisi yang menyaksikan insiden itu sedang diperiksa, tetapi belum diketahui adanya tuntutan yang dikenakan terhadap mereka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya