WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipindahkan ke bunker bawah tanah di Gedung Putih, Washington pada Jumat, 29 Mei saat para demonstran bentrok dengan petugas keamanan.
The New York Times pada Minggu, 31 Mei 2020 melaporkan bahwa Presiden Trump dibawa oleh Pasukan Pengawal Presiden atau Secret Service (Dinas Rahasia) ke bunker ketika para demonstran menarik barikade logam dari gerbang Gedung Putih.
Trump menghabiskan hampir satu jam di bunker, yang dirancang untuk keadaan darurat seperti serangan teroris, menurut seorang politisi Partai Republik yang dekat dengan Gedung Putih yang tidak mau disebut namanya kepada NY times.
Laporan dari sumber anonim itu juga dikonfirmasi oleh pejabat pemerintahan Gedung Putih yang juga tidak bersedia namanya disebutkan.
National Guard protecting the White House perimeter tonight pic.twitter.com/FyCvsundQQ
— Adam Parkhomenko (@AdamParkhomenko) May 31, 2020
Menurut laporan CNN , Trump tetap di bungker selama sekitar satu jam sebelum kembali ke kediamannya. Tidak diketahui apakah Ibu Negara Melania Trump dan putra mereka, Barron juga turut dibawa ke bungker.
Presiden Trump melalui Twitter pada Sabtu, 30 Mei memuji Paspamres AS dalam menangani para pedemo dan menyebut para pemrotes akan bertemu dengan anjing-anjing ganas dan senjata tidak menyenangkan jika mereka berhasil menembus pagar Gedung Putih.