Protes pada Jumat dipicu oleh kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah dinjak menggunakan lutut oleh seorang polisi kulit putih Minneapolis, Minnesota. Demonstrasi di Washington berubah menjadi kekerasan dan tampaknya mengejutkan petugas, mengutip The Hill, Senin (1/6/2020).
....got too frisky or out of line, they would quickly come down on them, hard - didn’t know what hit them. The front line was replaced with fresh agents, like magic. Big crowd, professionally organized, but nobody came close to breaching the fence. If they had they would....
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) May 30, 2020
Dinas Rahasia menanggapi protes di luar Gedung Putih dengan pernyataan di Twitter, mengatakan bahwa petugas berseragam telah melakukan enam penangkapan.
"Demonstran berulang kali berusaha untuk merobohkan hambatan keamanan di Pennsylvania Avenue," kata pernyataan itu. "Tidak ada orang yang melewati Pagar Gedung Putih dan tidak ada petugas Dinas Rahasia yang dalam bahaya."
"Secret Service menghormati hak untuk berkumpul, dan kami meminta individu melakukannya dengan damai demi keselamatan semua," pernyataan itu menyimpulkan.
(Rachmat Fahzry)