WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipindahkan ke bunker bawah tanah di Gedung Putih, Washington pada Jumat, 29 Mei saat para demonstran bentrok dengan petugas keamanan.
The New York Times pada Minggu, 31 Mei 2020 melaporkan bahwa Presiden Trump dibawa oleh Pasukan Pengawal Presiden atau Secret Service (Dinas Rahasia) ke bunker ketika para demonstran menarik barikade logam dari gerbang Gedung Putih.
Trump menghabiskan hampir satu jam di bunker, yang dirancang untuk keadaan darurat seperti serangan teroris, menurut seorang politisi Partai Republik yang dekat dengan Gedung Putih yang tidak mau disebut namanya kepada NY times.
Laporan dari sumber anonim itu juga dikonfirmasi oleh pejabat pemerintahan Gedung Putih yang juga tidak bersedia namanya disebutkan.
National Guard protecting the White House perimeter tonight pic.twitter.com/FyCvsundQQ
— Adam Parkhomenko (@AdamParkhomenko) May 31, 2020
Menurut laporan CNN , Trump tetap di bungker selama sekitar satu jam sebelum kembali ke kediamannya. Tidak diketahui apakah Ibu Negara Melania Trump dan putra mereka, Barron juga turut dibawa ke bungker.
Presiden Trump melalui Twitter pada Sabtu, 30 Mei memuji Paspamres AS dalam menangani para pedemo dan menyebut para pemrotes akan bertemu dengan anjing-anjing ganas dan senjata tidak menyenangkan jika mereka berhasil menembus pagar Gedung Putih.
Protes pada Jumat dipicu oleh kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah dinjak menggunakan lutut oleh seorang polisi kulit putih Minneapolis, Minnesota. Demonstrasi di Washington berubah menjadi kekerasan dan tampaknya mengejutkan petugas, mengutip The Hill, Senin (1/6/2020).
....got too frisky or out of line, they would quickly come down on them, hard - didn’t know what hit them. The front line was replaced with fresh agents, like magic. Big crowd, professionally organized, but nobody came close to breaching the fence. If they had they would....
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) May 30, 2020
Dinas Rahasia menanggapi protes di luar Gedung Putih dengan pernyataan di Twitter, mengatakan bahwa petugas berseragam telah melakukan enam penangkapan.
"Demonstran berulang kali berusaha untuk merobohkan hambatan keamanan di Pennsylvania Avenue," kata pernyataan itu. "Tidak ada orang yang melewati Pagar Gedung Putih dan tidak ada petugas Dinas Rahasia yang dalam bahaya."
"Secret Service menghormati hak untuk berkumpul, dan kami meminta individu melakukannya dengan damai demi keselamatan semua," pernyataan itu menyimpulkan.
(Rachmat Fahzry)