Kematian Floyd menyalakan kembali kemarahan pada perlakuan polisi terhadap orang keturunan Afrika-Amerika.
Protests erupted in Minneapolis for second night over the death of 46-year-old George Floyd, which many saw as the latest example of police brutality against African-American men https://t.co/I8RtKR3iol pic.twitter.com/dCXefOUJpP
— Reuters (@Reuters) May 28, 2020
Protes atas kematiannya telah berubah menjadi kerusuhan, mendorong kota-kota besar untuk memberlakukan jam malam.
Derek Chauvin, petugas polisi yang menindih leher George Floyd, kini telah dipecat dari kepolisian.
(Rachmat Fahzry)