JENEWA - WHO memutuskan melanjutkan ujicoba obat malaria hidroksiklorokuin setelah penelitian menyebut obat itu dianggap meningkatkan risiko kematian pada pasien virus corona, telah ditarik kembali karena masalah data.
Tiga penulis studi mengatakan mereka tidak bisa lagi menjamin keabsahan penelitian tersebut karena Surgisphere, sebuah perusahaan layanan kesehatan yang memasok data, tidak akan mengizinkan audit independen terhadap dataset-nya.
Padahal, penelitian ini menjadi dasar WHO menghentikan uji coba hidroksiklorokuin karena adanya kehawatiran soal aspek keselamatan.
Kendati begitu, para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Donald Trump terus menggembar-gemborkan penggunaannya.
Kepala eksekutif Surgisphere Sapan Desai, satu dari empat peneliti studi tersebut, mengatakan kepada surat kabar The Guardian bahwa ia akan bekerja sama dengan audit independen tetapi dia menegaskan mentransfer data akan "melanggar perjanjian klien dan syarat kerahasiaan".