Hidroksiklorokuin dianggap aman mengobati malaria, dan kondisi seperti lupus atau radang sendi, tetapi sejauh ini tidak ada uji klinis yang merekomendasikannya untuk digunakan melawan Covid-19.
Hasil dari satu percobaan klinis di University of Minnesota telah menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin tidak efektif dalam mencegah virus corona.
Hasil kajian menyebutkan: pasien-pasien yang besar kemungkinan meninggal di rumah sakit dan mengalami komplikasi detak jantung adalah mereka yang mengonsumsi hidroksiklorokuin.
Tingkat kematian antara kelompok pasien Covid-19 sebagai berikut: hidroksiklorokuin 18%; klorokuin 16,4%, pasien-pasien yang tidak mengonsumsi hidroksiklorokuin dan klorokuin 9%.
(Rachmat Fahzry)