Posisi sheet pile itu sendiri berada persis di bibir sungai Cisadane. Pada Jumat 22 Mei 2020 dini hari, tejadi patahan dinding sheet pile sepanjang sekira 60 meter. Disebutkan, pemicunya adalah tekanan volume sampah bercampur air sisa curah hujan yang turun lebat selama beberapa hari berturut-turut.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas (Sekdis) Lingkungan Hidup, Yepi Suherman, keras membela bahwa kontraktor dari PT Ramai Jaya Purna Sejati telah bertanggung jawab atas patahan sheet pile yang memicu longsoran sampah di TPA Cipeucang. Saat ini, kata dia, tengah dilakukan proses pengerukan sampah yang tumpah ke sungai Cisadane.
"Masih diupayakan pengerukan sampah di tepi sungainya, sekarang sudah mencapai 70 persen sampah yang sudah terkeruk. Kami buat juga terasering, bertingkat, tujuannya apabila ada hujan air tidak langsung ke bawah. Pihak ketiga sudah siap memperbaiki, pengerukan sampah pun mereka yang tanggung jawab," ucap Yepi ditemui sebelumnya.
(Awaludin)