Oleh karenanya, menurut Heru, tingkat kepercayaan informasi lewat media sosial kini dipertanyakan. Terlwbih dengan maraknya akun anonymous, Heru menduga banyak orang yang memanfaatkan bot untuk bekerja dalam mengangkat isu tertentu.
"Nah, sekarang waktu yang tepat mengembalikan media sosial ke khittahnya. Bila tidak, dalam satu tahun ke depan, orang tidak akan percaya media sosial seperti Twitter atau Instagram lagi, karena yang "bermain" tidak dikenal atau terverifikasi alias bot," imbaunya.
Heru meminta agar masyarakat untuk tisak mengikuti atau mencari informasi dari akun yang tidak jelas (anonymous). Ia juga berharap agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial.
"Ini saatnya kita meng-unfollow atau unfriend akun bot atau anonymous agar hanya akun yang bermanfaat yang akan eksis. Termasuk jangan pernah subscribe, like akun yang sering nge-prank demi kegaduhan konten semata dan dapat views yang banyak," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)