SERANG - Warganet baru-baru ini dihebohkan dengan video curhatan Mamduh Jamaludin, seorang guru honorer di salah satu sekolah swasta di Provinsi Banten. Mamduh menumpahkan kegelisahannya terkait honor guru honorer lebih kecil dari nilai ulangannya Nobita dalam karakter film kartun series Doraemon.
Dalam video berdurasi 1 menit 14 detik diunggah melalui akun twitter @MamduhJamaludin itu menceritakan nasib seorang guru honorer dengan cara komedi, seperti yang dilakukan komedian Bintang Emon.
"Video ini untuk adik-adik yang kalau misalkan ditanya cita-cita terus jawabannya pengen jadi guru. Listening, obat kumur.. Dengerin maksudnya. Jadi guru itu bukan cita-cita, jadi guru itu nasib," kata Mahduh seperti video yang diunggahnya melalui @MamduhJamaludin pada Rabu 10 Juni 2020 pukul 12.40 WIB.
Video tersebut hingga hari ini, Jumat (12/6/2020) sudah disukai 13,9 ribu warganet dan di retweet 7,9 ribu akun itu Mamduh membandingkan gaji seorang guru honorer dengan nilai ulangan Nobita. Bahkan, jika dibuatkan film ceritanya dikecam oleh KPI karena terlalu vulgar dan banyak konten negatif.
"Anda harus tahu kalau gaji kami itu lebih kecil dibanding nilai ulangannya nobita. Nobita ulangannya nol, kami gaji kalau dikalkulasikan dengan kebutuhan minus. Nih gaji seratus ribu mau makan enak aja mitos," celetuknya sambil memperlihatkan uang Rp100 ribu dengan bukti pembayaran honornya.
"Solusinya kita kalau mau makan enak paling seratus ribu nih beli kuota 10 giga.Buka youtube tonton tuh tanboy kun mukbang sebulan," tambahnya.
Menurutnya, menjadi seorang guru tantangannya besar. Apalagi menghadapi murid dikelas dengan berbagai karakter.