Menurut Supriyanto, wilayah Kota Bambu Utara itu rawan tawuran. Wajar saja Jazuli selaku RT kerap mengingatkan warga untuk tidak berkumpul dan nongkrong hingga larut malam.
Namun nahas yang didapat Jazuli, ia akhirnya meregang nyawa di tangan pemuda pengangguran yang tak terima ditegurnya. Hingga kini polisi masih mendalami apakah insiden penusukan itu sudah direncanakan atau tidak.
"Kalau kemarin saya tanya mereka bawa pisau dari rumah, tapi saya belum sampai sejauh itu direncanakan atau tidak akan kami tanyakan lebih lanjut," pungkasnya.
(Awaludin)