"Apalagi sekarang ini, potensi serangan bisa datang dari mana saja, baik pelaku tunggal maupun sel jaringan tertentu," ungkapnya.
Karena itu, kata dia, jangan terlalu cepat menyimpulkan sebelum mengidentifikasi pelaku secara pasti sebab hal itu bisa menguntungkan kelompok tertentu.
"Pengungkapan yang terlalu dini menurut saya justru bisa menjadi glorifikasi yang menguntungkan pihak yang dituding berada di balik serangan serta memicu peningkatan potensi serangan terhadap fasilitas dan personel Polri," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni diserang orang tidak dikenal (OTK) saat memimpin pembersihan jalur Gunung Lawu di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.