"Kami berusaha sesuai dengan aturan bukan karena permintaan, tapi karena memang di wilayah itu ada kasus. Kemudian ketika kami penyelidikan epidemiologi (PE) memang ada kemungkinan kasus di sana. Makanya kami lakukan penyemprotan," jelas dia.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi untuk tetap lakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) dan lakukan pola hidup sehat.
"Penyuluhan itu tetap mau di dalam atau luar gedung sambil kami bicarakan Covid-19 di luar sana kami tetap juga harus sampaikan terkait DBD," ujar dia.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, ada sekitar 684 kasus DBD di Kota Bekasi sejak awal tahun 2020. Tahun 2019 tercatat ada 701 kasus DBD di Kota Bekasi.
Meski begitu, Dezi mengakui bahwa angka DBD ini cenderung menurun dari periode sebelumnya. "Angka DBD periode sama itu menurun, 2020 itu 684 sedangkan 2019 itu ada 701," kata Dezi.