“Sampai lutut lebam, dokter juga lihat perutnya, banyak di situ (biru lebam). Dokter bilang DBD kali ini, suami saya bilang enggak ada itu DBD. Ini anak sehat sebelum imunisasi,” ucap Indah pada Selasa 30 Juni 2020.
Sayangnya meski telah ditangani oleh pihak rumah sakit, namun nyawa bayi tersebut tak dapat diselamatkan usai mengalami sesak nafas. Kemudian sang bayi dimakamkan pada Senin malam.
Sementara itu pihak Dinas Kesehatan Polman bersama perwakilan Puskesmas Matakali telah menemui keluarga bayi yang meninggal usai imunisasi tersebut. Dalam pertemuan itu, pihak keluarga mengutarakan tak menerima bayi 3 bulan disebut meninggal akibat menderita broncoponia atau infeksi pernafasan yang berat.
Pihak keluarga menuding ada kesalahan dalam prosedur penanganan pada saat korban diberi imunisasi, termasuk tak adanya timbangan di puskesmas saat akan penyuntikan. “Saya belum menerima, karena ini belum ada kejelasan,” ujar Rusman perwakilan keluarga bayi.
Sementara petugas medis Puskesmas Matakali dokter Sintiya mengatakan bayi tersebut saat ditangani sudah dalam kondisi kritis karena sesak akibat broncopenemonia.