Pada kesempatan itu, Wiendra menjelaskan golden standart perbedaan TB dengan Covid-19. Meskipun TB dan Covid-19 sama-sama menyebar melalui droplets, namun diagnosis berbeda.
“Jadi keduannya sama-sama menyebar lewat droplet ya, satu. Yang kedua bahwa selain sama-sama dia droplet, kemungkinan untuk diagnosis yaitu beda ya. Satu kuman atau bakteri, satu virus itu perbedaannya,” katanya.
“Tetapi yang masuknya demam, batuk, pilek itu sama. Tetapi bedanya bahwa yang satunya onset kronik artinya lebih lama ya, lebih dari 14 hari, batuk, pilek. Tapi kalau yang Covid tidak,” tambah Wiendra.
Selain itu, meskipun sama-sama bisa menggunakan pengetesan untuk diagnosis melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) TB. Namun, Wiendra mengatakan metode yang digunakan berbeda.