“Tetapi ada hal yang menarik bahwa kita punya alat yang bisa juga dipakai untuk Covid dan bisa juga dipakai untuk TBC. Jadi, tetapi itu juga menjadi suatu masalah karena kita berdampingan Covid dan TBC, ini bisa dilakukan bersama-sama,” katanya.
“Nah kemudian, kalau pun juga diagnosis mungkin kalau Covid ini kan PCR (polymerase chain reaction), sama sebenarnya kalau TB kan pakainya TCM. Tetapi yang satunya (Covid) di swap ya, yang satunya (TB) cuma dahak. Itu golden standar, jadi sama-sama,” jelas Wiendra.
Selain itu, Wiendra memastikan bahwa Covid-19 belum ada vaksin ataupun obatnya. Namun, berbeda dengan TB yang sudah ada obatnya. Bahkan kini bisa didapatkan gratis di pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
“Nah inilah yang saya sampaikan bahwa Covid juga tetap kita obati, sekalipun belum ada obatnya ya, itu perbedaan. Tetapi TBC sudah ada obatnya," pungkasnya.
(Awaludin)