JAKARTA - Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan bahwa penangkapan buronan pembobol kredit BNI Rp1,7 Triliun, Maria Pauline Lumowa tak lepas dari adanya pertalian sejarah masa lalu (historikal) antara Indonesia dengan Serbia.
"Dan pemerintah Serbia kenapa dia menyerahkan ke Indonesia ada beberapa indikator pertama terkait dengan historikal," kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (9/7/2020).
Baca juga: Maria Pauline Diekstradisi, MPR: Kejar Buronan Lainnya!
Argo mengatakan, bahwa Presiden Soekarno sudah menjalin komunikasi dengan negara yang sebelum pecah bernama Yugoslavia itu. Tak hanya itu, banyak juga pasukan perdamaian dari TNI yang diterjunkan saat negara ini bergejolak.
"Jadi secara historikal membuat negara ini tak lupa," ujarnya.
Baca juga: Kemenkumham Berikan Maria Pauline Lumowa Akses Pendampingan Hukum
Jenderal bintang dua itu menerangkan, bahwa penangkapan Maria Pauline Lumowa juga tak lepas dari komunikasi yang intens antara Polri, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Kementerian Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
"Berkaitan dengan tersangka ini oleh Serbia kemudian membantu menyerahkan untuk Indonesia dan dengan komunikasi yang intensif antara Kemenlu, Kemenkumham, Polri dan Serbia," tandasnya.
Seperti diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.