Menurutnya, saat banjir bandang semua anggota keluarganya terjebak dalam lumpur. Mereka tak sempat untuk menyelamatkan diri.
Ditambah setiap orang hanya bisa menyelamatkan diri masing-masing karena saat lumpur datang semuanya terjebak. Kondisi diperparah karena lumpur yang datang nampak seperti lumpur hidup, di mana semakin para korban bergerak lumpur semakin mengisap.
"Empat saudara, suami istri, anak dua gadis," ujar korban.
Sementara itu, lumpur yang terbawa masih melumpuhkan seluruh aktivitas warga di daerah tersebut. Hingga Kamis siang tercatat sudah ada 24 korban meninggal dunia yang ditemukan dalam kondisi terkubur lumpur.
(Arief Setyadi )