JAKARTA - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Hermansyah membeberkan kondisi terkini para pengungsi pasca-diterjang banjir bandang. Saat ini, kata Hermansyah, para pengungsi sangat membutuhkan pasokan air bersih.
"Semua fasilitas di lokasi pengungsian telah diberikan mulai dari makanan, dapur umum, baju layak pakai sampai toilet. Namun saat ini air bersih menjadi hal yang utama dan paling dibutuhkan oleh para pengungsi," kata Hermansyah melalui sambungan telepon, Sabtu, 19 Juli 2020, malam.
Selain kebutuhan air bersih, tenda-tenda pengungsian juga masih dibutuhkan untuk memfasilitasi tempat tinggal sementara para warga terdampak. Kecamatan Masamba, kata Hermansyah, memanfaatkan gedung-gedung tertentu untuk dijadikan tempat pengungsian warga setempat.
"Kami juga membutuhkan tenda-tenda pengungsi. Untuk mengantisipasi kekurangan tenda, warga terdampak di Kecamatan Masamba menggunakan gedung-gedung sebagai lokasi pengungsian," ucapnya.
Lebih lanjut, Hermasyah membeberkan, bagi para pengungsi yang dalam kategori rentan seperti lansia, ibu hamil dan balita, pemerintah daerah setempat telah menyiapkan pelayanan kesehatan tambahan untuk mereka.
"Bagi para lansia, ibu hamil dan balita, kami tetap berikan pelayanan khusus, khususnya dengan pelayanan kesehatan tambahan bagi mereka," terangnya.
Selain melakukan evakuasi ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan, masyarakat terdampak pasca-banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara juga melakukan evakuasi mandiri di rumah kerabat yang tidak terdampak peristiwa tersebut.
Baca Juga : Pasca-Banjir Bandang, Luwu Utara Kerap Diguyur Hujan Lebat
Baca Juga : Ayah Editor Metro TV: Mungkin Maksud Polisi Bukan Bohong, tapi Kurang Sinkron
Ayu, salah satu warga terdampak yang tinggal di Jalan Salawati Daud, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara memilih untuk melakukan evakuasi ke tempat kerabat. Walaupun berada di tempat kerabat, Ayu mengatakan bahwa bantuan yang diberikan saat ini kurang memperhatikan kebutuhan bagi para lansia.
"Bantuan yang diberikan bermacam-macam, mulai dari baju layak pakai, makanan dan obat-obatan. Namun menurut saya kebutuhan bagi para lansia masih kurang diperhatikan," paparnya.
"Hal ini terlihat dari bantuan yang diberikan seperti popok hanya ditujukan untuk yang memiliki balita, padahal popok juga sangat dibutuhkan oleh para lansia terlebih saat bencana seperti ini kita kesulitan untuk mendapatkan air bersih," sambung Ayu.
Kendati demikian, Ayu mengapresiasi gotong royong masyarakat karena terus memberikan bantuan kepada warga terdampak walaupun bukan berasal dari Kabupaten Luwu Utara.
"Selain dari pemerintah, kami juga mendapatkan bantuan dari banyak masyarakat yang tinggal di luar daerah ini (Kabupaten Luwu Utara). Saya sendiri juga mendapatkan bantuan dari warga Kabupaten Luwu Timur. Gotong royong seperti inilah yang jadi kekuatan bagi kami melewati situasi sulit saat ini,” tambahnya.
(Angkasa Yudhistira)