JAKARTA – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melarang keras sekolah tatap muka di masa pandemi corona. Jika itu dilakukan, maka sama saja mengorbankan anak.
Demikian catatan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 di tengah pandemi corona. “Tak ada sekolah tatap muka karena kita belum dapat kepastian vaksin anticorona,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (22/7/2020).
Arist juga menyoroti belum patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan. Baru sekitar 40 persen yang menjalankan ini, termasuk di antaranya orang tua hingga anak.
Berangkat dari kenyataan itulah, ia melarang keras sekolah tatap muka di masa pandemi corona. “Jadi jika sekolah tatap muka dipaksakan maka kita akan korbankan anak mati sia-sia karena kelalaian orang dewasa,” tegas Arist.
Konsekuensi belajar dari rumah juga menyebabkan pembengkakan pengeluaran ekonomi, salah satunya untuk membeli kuota internet. Padahal di sisi lain banyak orang tua yang terpukul ekonomiya gegara virus corona.