Menurut Andi Destanto, ide awal membuat kedai ini untuk mengenalkan kopi nusantara kepada seluruh lapisan masyarakat. Pria yang awalnya ridak suka kopi merasa tidak adil jika kekayaan alam berupa kopi ini hanya bisa dinikmati dengan harga mahal.
"Untuk itulah saya mempunyai niat untuk membuat kedai di pinggir jalan dengan harga murah. Agar bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat," tutur Andi sebagaimana dikutip dari Sindonews.
Dia mengaku, awalnya ingin jualan pakai rombong layaknya PKL pada umumnya. Karena harganya mahal dan saya hanya punya sepeda, akhirnya sepeda ini saya pakai untuk jualan. Selain itu biar sensasinya berbeda.
"Dengan sepeda, tidak ada sekat antara penjual dengan pembeli. Semua kalangan bisa menikmati," urainya.
Di masa pandemi ini, Andi menerapkan protokol kesehatan. Di kedainya disediakan cairan antiseptik untuk para pembeli. Dia juga mengharuskan pengunjung jaga jarak untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
(Abu Sahma Pane)