Keluarga Editor Metro TV Minta Polisi Tunjukkan Bukti Rekaman CCTV

Hambali, Jurnalis
Minggu 26 Juli 2020 03:02 WIB
Ayah Yodi Prabowo, Suwandi (Foto : Okezone.com/Hambali)
Share :

TANGERANG SELATAN – Sehari sebelum pihak kepolisian menggelar rilis pengungkapan kasus tewasnya editor Metro TV, almarhum Yodi Prabowo Sabtu (25/7/2020), rupanya pihak keluarga lebih dulu dipanggil ke Polda Metro Jaya.

Pemanggilan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2020. Pada pertemuan itu, pihak kepolisian memang berupaya menjelaskan kepada keluarga Yodi soal kesimpulan yang akan dirilis hari ini. Tewasnya Yodi dinyatakan sebagai aksi bunuh diri.

"Kemarin memang saya dipanggil ke sana. Di ruangan itu ada dari penyidik, dari dokter ahli forensik juga. Lalu disampaikan bahwa anak saya itu bunuh diri," tutur Suwandi, ayah almarhum Yodi, kepada Okezone, di kediamannya Jalan Alle Raya, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel).

Tak terima dengan kesimpulan itu, Suwandi sempat kesal dan meminta penjelasan lebih detail kepada petugas. Namun ketika itu, polisi hanya membeberkan fakta-fakta umum dan enggan merinci bagaimana bunuh diri bisa dilakukan.

"Waktu itu langsung saya debat, karena saya emosi dengar kesimpulan rilis itu. Banyak yang enggak terungkap. Kalau bunuh diri apa penyelidikan seperti ini enggak terlalu lama," katanya.

Lebih lanjut, Suwandi menyayangkan belum bisa melihat rekaman Close Circuid Television (CCTV) yang dimiliki polisi. Menurutnya, dia ingin sekali menyaksikan rekaman yang disebutkan polisi saat almarhum Yodi membeli pisau tersebut.

Baca Juga : Penjelasan Polisi soal Orang Ketiga dalam Kematian Editor Metro TV

"Kemarin rekaman CCTV enggak ditunjukkan, saya penasaran ingin tahu rekamannya soal apa saja," ucapnya.

Baca Juga : Tidak Ada Pesan Mencurigakan di Telefon Genggam Editor Metro TV

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya