Pangkalan-pangkalan di Suriah timur, tengah, dan selatan yang dihantam Israel dalam beberapa bulan terakhir diyakini memiliki kehadiran kuat milisi yang didukung Iran, menurut sumber-sumber intelijen dan pembelot militer yang mengetahui lokasi tersebut.
Para analis mengatakan Hizbullah dan Israel ingin menghindari konflik habis-habisan pada saat ketegangan regional dan membuat aturan keterlibatan disusun sejak gerakan yang didukung Iran itu berperang satu bulan dengan Israel pada 2006.
"Tidak ada perubahan aturan keterlibatan dan persamaan pencegah dengan Israel ada dan kami tidak berencana untuk mengubahnya," kata Qassem.
(Rahman Asmardika)