Namun, pada momen Idul Adha biasanya ia bisa bolak-balik hingga lima sampai tujuh kali untuk mengantar kambing. Untuk sekali angkut, bisa sampai lima ekor kambing masuk ke gerobak ojeknya.
Mbah Sholeh sudah menjalani jasa ojek kambing sejak tahun 1992. Disayangkannya, pada tahun ini atau Idul Adha 1441 Hijriah, jasa ojeknya menurun di banding lebaran tahun sebelumnya karena pandemi corona.
Sementara itu, para pembeli kambing untuk hewan kurban ini mengaku terbantu dengan adanya ojek kambing ini, karena tidak perlu repot untuk mengangkutnya dari pasar hewan ke rumah, dan biayanya pun cukup murah langsung sampai depan rumah.
Maskur, pengguna jasa ojek kambing, warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus mengatakan, ongkos ojek kambing cukup murah, antara Rp15.000 hingga Rp30.000 sekali antar, tergantung jumlah kambing dan jarak tempuh. Bahkan, jika tukang ojeknya tetangga sendiri, tarif jasanya tidak dipatok harga atau seikhlasnya.
(Arief Setyadi )