Tes swab massal pertama dilakukan pada tanggal 24 Juli 2020, dengan memeriksa 22 orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien ke-42. Dari 22 orang ini, 16 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
Kemudian, lanjut Dewi, pada tanggal 26 Juli 2020, Dinkes Kabupaten Cirebon kembali melakukan tes swab massal terhadap 120 warga yang memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif. Dari hasil uji sampel swab, mereka dinyatakan negatif Covid-19.
"Pertama 22 orang, yang positif 16 orang. Kemudian tes kedua ada 120 orang. Mereka semua negatif. Hari ini tes swab ketiga," ujar Dewi.
Masih kata Dewi, 16 orang yang dinyatakan positif pada tes swab massal pertama, saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di rumah sakit. "Kondisi mereka sekarang kami belum tahu, karena mereka masih isolasi mandiri di rumah sakit," ucap Dewi.
Seperti diberitakan sebelumnya, daerah Trusmi saat ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Dimana, 16 warga di dareah tersebut tertular virus corona karena melakukan kontak erat dengan pasien positif, yang memiliki riwayat perjalanan dari Kota Semarang.
(Awaludin)