Saat ini, lanjut Dedie, pihaknya sudah menutup restoran pasien tersebut untuk disinfeksi. Selanjutnya, akan dilakukan tracing terhadap orang melakukan kontak erat termasuk pengunjung restoran.
"Kita akan tutup restonya, sedang disiapkan langkah teknisnya. Masih ditelusuri apakah beraktivitas mengelola resto langsung atau tidak," jelasnya.
Dedie menambahkan, 47 persen kasus positif covid-19 di wilayah Kota Bogor meruapkan imported cases. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang ingin keluar kota atau masuk ke Kota Bogor agar melapor ke perangkat lingkungan setempat.
"Perlu kewaspadaan ekstra kita semua baik warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor," tutup Dedie.
(Awaludin)