JAKARTA - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Anthony Winza mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta dengan kembali memberlakukan ganjil-genap ditengah pandemi Covid-19. Dia menilai kebijakan tersebut kontra produktif dengan penanganan virus corona.
Diketahui, Dinas Perhubungan DKI Jakarta beralasan, kebijakan ganjil genap diberlakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Pasalnya, volume lalu lintas meningkat mendekati normal, dibandingkan dengan kondisi lalu lintas pada Februari 2020 sebelum diberlakukan PSBB.
Namun, Winza menilai dengan adanya ganjil-genap, maka masyarakat didorong untuk naik angkutan umum yang menurutnya lebih rawan penyebaran covid-19.
“Kebijakan ganjil genap bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Namun, di masa pandemi Covid-19, transportasi umum memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, kebijakan ganjil genap justru akan meningkatkan penyebaran virus," kata Anthony Winza, dalam siaran tertulisnya, Minggu (2/8/2020).
Hingga hari ini, di DKI Jakarta terdapat 22.144 kasus. Selama seminggu terakhir, rata-rata jumlah kasus sekitar 400 orang per hari. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada masa PSBB sekitar 100 orang per hari.