“Lalu lintas memang mulai macet, tapi pandemi Covid-19 belum terkendali. Bahkan saat ini kondisinya jauh lebih parah jika dibandingkan dengan masa PSBB. Jika ganjil genap diberlakukan, maka akan semakin banyak warga Jakarta yang berdesak-desakan di transportasi umum. Kebijakan ini sangat membingungkan,” jelasnya.
Baca Juga : Akhir Pekan Ini, 3.200 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
Baca Juga : Bamsoet Tegaskan Penggunaan Senpi Kaliber 9 MM Hanya untuk Lomba
Anggota legislatif Kebon sirih, Jakarta Pusat itu menduga kebijakan ganjil genap ini hanya memikirkan transportasi, namun mengabaikan kesehatan masyarakat. Dia menyarankan agar Pemprov DKI mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, bukan berpikir secara sektoral.
“Di tengah pandemi begini, buat apa memaksakan ganjil genap? Mungkin Pak Anies lelah dan bingung, sehingga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang saya rasa bertentangan dengan logika," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)