Trump sebelumnya mengatakan bahwa ledakan itu disebabkan oleh serangan bom, mengutip informasi dari beberapa pejabat militer AS. Namun, pernyataan itu dibantah oleh pejabat Departemen Pertahanan AS, yang mengatakan bahwa tidak ada indikasi ledakan itu disebabkan oleh sebuah serangan.
BACA JUGA: Seorang WNI Jadi Korban Ledakan di Beirut
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan bahwa ledakan itu dipicu oleh 2.750 ton ammonium nitrat, bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan pupuk dan juga bahan peledak, yang disimpan di sebuah gudang di Pelabuhan Lebanon.
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan kelalaian itu “tidak bisa diterima” dan berjanji memburu pihak yang bertanggung jawab.
(Rahman Asmardika)