"Belum ada tanggapan. Makanya kita tahu dalam kelas tidak ada satu mata pelajaran ini belajar. Kalau sifatnya disitu, tidak semua murid dilibatkan. Kemudian murid itu hanya punya satu kesempatan untuk belajar," jelas dia.
Meski dalih dari Pemkot Bekasi hanya simulasi, nyatanya Pemerintah Pusat maupun Pemprov Jabar belum memiliki perizinan terkait simulasi KBM tatap muka di Bekasi.
Pihak Kemendikbud diketahui akan meminta klarifikasi Pemkot Bekasi terkait KBM tatap muka yang sudah digelar di Bekasi. Pihak Kemendikbud juga akan memberi peringatan kepada Pemkot Bekasi terkait mulainya KBM tatap muka yang diselenggarakan di tengah pandemi.
Enam sekolah yang simulasi belajar tatap muka itu adalah sekolah yang masuk dalam kategori role model atau percontohan. Enam sekolah yang sejauh ini mulai gelar simulasi tatap muka, yakni SMPN 2 Kota Bekasi, SMP Victory, SMP Nassa, SDN Pekayonjaya VI, SD Negeri Jaticempaka VI, dan SD Al Azhar VI.
Sebagai informasi, Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota Bekasi sudah di bawah satu.
(Awaludin)