Berdasarkan pengamatan Okezone di lokasi pernikahan Yunita dan Karim, tamu undangan hanya diperkanankan tetap di dalam mobil. Begitu tiba mereka sudah mendapatkan pelayanan dari panita.
Pelayanan itu, seperti mengisi buku tamu. Mereka hanya diminta menyebutkan nama. Begitu juga bila tamu undangan ingin memberikan kado atau amplop.
Para tamu undangan tinggal memberikan ke petugas, yang kemudian tamu undangan langsung bisa temu sapa dengan kedua mempelai atau orangtua mempelai. Mereka hanya diperkanankan untuk membuka kaca mobil.
Setelah bertemu sapa dengan kedua mempelai, mereka pun lantas kembali diberhentikan, untuk membawa bingkisan atau nasi kotak yang disediakan oleh panitia.
Adapun biaya konsep pernikahan literatur ini bisa mencapai Rp100-Rp150 juta. Adapun biaya biasa disesuaikan setelah tim WO telah mengetahui keinginan sang pemesan.
Seperti pernikahan yang dilakukan Yunita dan Karim, kata dia, konsep pernikahan ini memadukan konsep konvensional dengan drive thru yang ada di perusahan-perusahaan pelayanan mandiri.
"Pernikahan kami perpaduan konvensional dengan drive thru, yang ada di perusahan pelayanan mandiri," ungkap mempelai pria Karim.
(Angkasa Yudhistira)