JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta mengklaim terjadinya penurunan volume kemacetan setelah diberlakukannya sistem ganjil genap. Kecepatan lalu lintas kendaraan meningkat hingga 16 persen.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, sistem pengendalian lalu lintas dengan ganjil genap yang berlaku di 25 ruas jalan Ibu Kota sejak 3 Agustus telah menurunkan volume kendaraan. Menurutnya, volume lalu lintas menurun 2,47 persen hingga 4,63 persen.
"Kecepatan lalu lintas meningkat drastis dari 1,36 persen hingga 16,36 persen," kata Syafrin kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).
Selain itu, lanjut Syafrin, pengguna angkutan umum Transjakarta, MRTJ, LRTJ, KRL, kereta bandara meningkat antara 0,64 persen hingga 6,25 persen. Dia mengakui masih banyak warga belum meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke angkutan umum pada masa pandemi Covid-19 ini terlebih pada masa sosialisasi di pekan pertama aturan ini diterapkan.
"Dalam satu Minggu kemarin (belum ada yang pindah ke angkutan umum) karena memang masih tahap sosialisasi, tetapi Minggu ini baru kita dapatkan data riilnya setelah dilakukan penegakan hukum terhadap pelanggar ganjil genap," tuturnya.