Untuk pakaian yang digunakan oleh seorang siswa SDN 041 Tarakan, pada gambar di uang Rp75.000 adalah pakaian khas pengapit pengantin yang dikhususkan untuk anak-anak.
Sementara untuk topi atau mahkota yang dikenakan, disebut Jamong Malaka (Puncak Nanas) dan pakaian adat untuk pengantin keseluruhan disebut Sina Beranti.
Kepala sekolah SDN 041 Tarakan mengaku bangga ada siswanya dijadikan objek uang pecahan Rp75.000 dengan mengenakan pakain adat Kaltara dari suku Tidung menjadi ikon uang. “Kami bersyukur dan bangga pastinya ada siswa kami yang menjadi ikon dan viral di media sosial,” kata Mulyono.
Selain itu, dengan kembali populernya baju adat Tidung ini, diharapkan juga dapat terus mengenalkan budaya adat di Kota Tarakan dan Kalimantan Utara umumnya.
(Amril Amarullah (Okezone))