Menteri Pertahanan AS Mark Esper, pada Kamis memperingatkan sistem "bebas dan terbuka" dunia yang diciptakan setelah Perang Dunia II itu terancam oleh apa yang disebutnya "perilaku melanggar aturan" China di kawasan Indo-Pasifik.
BACA JUGA: China Gunakan Kubis untuk Kuatkan Klaim di Pulau Sengketa Laut China Selatan
Komentar itu disampaikan Esper saat berada di pangkalan Komando Indo-Pasifik AS di Hawaii, sebelum menuju Guam dan Palau untuk menghadiri peringatan 75 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Esper menyebut kawasan Indo-Pasifik sebagai "pusat" persaingan kekuatan besar dan bertekad untuk tidak "menyerah sedikit pun" kepada negara-negara yang mengancam kebebasan internasional, yang jelas-jelas ditujukan pada China.
(Rahman Asmardika)