JAKARTA – Polisi hingga kini masih mendalami dugaan kasus penggelapan yang dilakukan NL, pelaku utama penembakan terhadap bos pelayaran di Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, sejauh ini NL mengaku uang Rp200 juta yang dipakai untuk menyewa pembunuh bayaran tersebut berasal dari tabungan sebesar Rp100 juta. Sisanya uang pinjaman dari pamannya.
"Pengakuan dia uang Rp100 juta itu dia transfer dari rekening NL dan Rp100 juta itu dia pinjam dari omnya," ujar Yusri Yunus saat dihubungi, Jumat (28/8/2020).
Namun, kata dia, polisi tak akan percaya begitu saja atas pengakuan NL. Karena itu, polisi juga bakal menelusuri lebih lanjut tentang kasus penggelapan yang dilakukan NL di perusahaan milik korban itu mencari tahu apakah uang yang digelapkan itu juga dipakai untuk menyewa pembunuh bayaran.