JAKARTA - Nasib malang menimpa Riansyah (36) korban keberingasan oknum TNI AD saat melakukan penyerangan dan perusakan di Mapolsek Ciracas, pada Sabtu 29 Agustus 2020 dini hari.
Riansyah mengalami luka pada bagian kepala akibat hantaman benda tumpul dan membuatnya mengalami geger otak ringan.
(Baca juga: Cerita Warga yang Dibacok Oknum TNI saat Penyerangan Mapolsek Ciracas)
Sella sang istri yang tidak terima atas ulah oknum TNI AD akhirnya mendatangi posko pengaduan di Koramil Kramat Jati untuk meminta ganti rugi atas kebiadaban oknum TNI AD yang melakukan tindakan anarkis tersebut.
"Mau buat laporan, karena suami mengalami memar di muka sama di kepala. Kemarin habis CT Scan, hasil CT Scan amnesia ringan," ujar Sella di Koramil Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).
Saat kejadian kata Sella, suaminya tersebut mendapatkan perlakuan tak manusiawi saat berada dalam perjalanan pulang. Ketika melewati Jalan Raya Bogor Riansyah diberhentikan oknum TNI AD yang saat itu sedang mencari pelaku fiktif yang mengeroyok Prada MI.
"Helmnya hancur, waktu kejadian suami baru pulang dari rumah saudara. Kemarin pengobatan CT Scan sama nurut badan. Estimasi kerugian sekitar Rp 2,5 juta," ujarnya.
Sella dan sang suami mendatangi posko pengaduan dengan membawa bukti hasil CT Scan dari RSU Bunda Margonda. "Supaya bisa diganti rugi sama pihak TNI. Pihak TNI bermaksud baik juga, Alhamdulillah direspon baik sama pihak TNI," ungkapnya.
Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman tak menyangkal perbuatan anak buahnya yang melakukan tindakan anarkis tersebut hingga membuat Riansyah mengalami geger otak ringan.
Atas perbuatan tak terpuji yang dilakukan anak buahnya, Mayjen TNI Dudung meminta maaf kepada seluruh warga dan korban yang menjadi sasaran keberingasan oknum TNI saat melakukan penyerangan ke Mapolsek Ciracas.
"Silakan bagi masyarakat yang terkena dampak dari kerusuhan itu kami tunggu di Posko Pengaduan Koramil Kramat Jati sampai tiga hari ke depan ya. Silahkan datang," jelasnya.