RIYADH - Arab Saudi kembali menegaskan kembali komitmennya untuk "mendukung rakyat Palestina," dengan mengatakan pihaknya menolak setiap ancaman terhadap kedaulatan dan integritas negara-negara Arab.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir SPA, Kabinet Saudi mengatakan "mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina yang memungkinkan rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina merdeka mereka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya."
BACA JUGA: UEA dan Bahrain Tandatangani Normalisasi Hubungan dengan Israel di Gedung Putih
Pernyataan itu disampaikan setelah dua negara Teluk, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS). Langkah UEA dan Bahrain itu dipandang pihak Palestina sebagai sebuah pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Berbicara setelah penandatanganan perjanjian tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ada enam negara lain yang akan mengikuti UEA dan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.