WASHINGTON — Setidaknya enam orang tewas akibat badai musim dingin dahsyat yang menghantam negara bagian timur dan selatan Amerika Serikat (AS). Badai membawa hujan es dan salju lebat, menyebabkan jalanan licin, menutup bandara serta jalan raya, dan memutus aliran listrik bagi lebih dari satu juta orang seiring meningkatnya intensitas badai.
Badai tersebut telah menurunkan suhu di banyak negara bagian hingga di bawah titik beku, menurut beberapa media pada Minggu (25/1/2026).
Georgia, Louisiana, Mississippi, Tennessee, dan Texas terkena dampak paling parah sejauh ini, dengan penumpukan es yang merusak saluran listrik, menyebabkan pemadaman listrik, dan melumpuhkan kota-kota besar seperti Atlanta, Houston, dan Nashville. Sebagian besar bisnis dan distrik sekolah ditutup sebagai tindakan pencegahan keselamatan publik.
Menurut situs web PowerOutage.us, yang melacak pemadaman listrik di seluruh Amerika Serikat, Tennessee mengalami pemadaman listrik terbanyak, dengan hingga 339.000 pelanggan tanpa listrik pada Minggu siang.
Hampir 180.000 orang di Mississippi tanpa listrik, dan hampir 150.000 pelanggan di Louisiana mengalami pemadaman. Texas dan Georgia masing-masing memiliki hampir 100.000 pelanggan yang terdampak, sementara tim darurat bekerja tanpa henti untuk memulihkan aliran listrik secepat mungkin.