Satgas Covid-19 Turunkan Bonek Tangani Corona di Jatim

Kiswondari, Jurnalis
Selasa 22 September 2020 18:49 WIB
Foto: Koran SI
Share :

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan juga organisasi kemasyarakatan (ormas) nasional dan juga daerah untuk merubah perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19.

(Baca juga: Penjelasan Wakapolri soal Pelibatan Preman untuk Penanganan Covid-19)

Khusus di Jawa Timur (Jatim), Satgas juga bekerja sama dengan kelompok supporter klub sepak bola Persebaya, Surabaya, Jatim, Bonek atau kependekan dari Bondho Nekat. Sehingga diharapkan Satgas daerah juga menggandeng tokoh dan ormas yang tepat untuk membantu tekan kasus Covid-19.

“Terkait upaya kita bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Covid ini, jadi satu hal yang memang sangat krusial adalah bagaimana memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa Covid ini sesuatu yang nyata,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 dalam Raker Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

(Baca juga: Bupati Berau Muharram Meninggal Dunia karena Covid-19)

“Kami akan lebih banyak lagi melibatkan ormas karena mereka lah yang betul-betul berada di tengah masyarakat termasuk memilih orang yang tepat agar kalau penjelasan itu disampaikan masyarakat bisa patuh. Seperti tokohnya ulama, kiai. Seperti di Jawa Timur kami sudah melakukan kerja sama dengan Bonek pak,” ungkapnya.

Doni bersyukur bahwa sejak Jatim yang kasus positifnya melonjak luar biasa sejak Juni lalu sudah mengalami penurunan yang signifikan akibat kerja sama dengan beberapa ormas yang ada di Jatim, termasuk Bonek dan beberapa organisasi lainnya.

“Alhamdulillah Jatim sejak bulan Juni kasusnya meningkat luar biasa tetapi akhir-akhir ini sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan dan kami bekerja sama dengan beberapa organisasi yang ada di Jatim,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kepala BNPB ini menegaskan, pelibatan ormas di daerah itu mempunyai sebuah pengaruh yang luar biasa, sehingga semuanya jangan bergantung pada pemerintah pusat. Setiap daerah memiliki kearifan lokal dna pihaknya meyakini bahwa kearifan lokal di tiap-tiap daerah itu dioptimalkan maka daerah bisa mengendalikan kasus Covid-19 di daerah.

“Memilih orang-orang yang tepat menyampaikan bahwa masalah protokol kesehatan ini sesuatu yang sangat penting, kami yakin daerah bisa mengendalikannya dengan sangat baik,” ujar Doni.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya