BOGOR - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Bogor yang diduga menjadi korban kasus penipuan salah satu platform investasi berbasis aplikasi melapor ke polisi. Pasalnya, uang deposit jutaan rupiah milik para driver ojol sudah tak bisa diambil.
Salah satu korban, Abdul Kadir (33) warga Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mengatakan mulanya dia mengetahui aplikasi tersebut dari Facebook sekitar satu bulan lalu. Karena tergiur keuntungan besar dan mudah, akhirnya Kadir memutuskan ikut mendaftar.
"Taunya dari iklan di Facebook, ada aplikasi penghasil uang. Saya download di webasite, daftar nomor telepon dan untuk withdraw pakai nomor rekening kita sendiri," kata Kadir, kepada wartawan di depan Mapolresta Bogor Kota, Rabu (23/9/2020) sore.
Setelah mendaftar, dirinya melakukan deposit awal sebesar Rp 50 ribu ke nomor rekening seseorang yang ditunjuk aplikasi. Namun, uang deposit tersebut langsung kembali ditariknya karena khawatir tertipu.
"Penghasilannya tergantung kita deposit, misal kita deposit Rp 5 juta, dalam sehari bisa dapat Rp 50 ribu. Belum lagi yang kita ajak mirip MLM tapi bukan, cuma 3 generasi kita dapat komisi dari mereka. Pertama saya deposit Rp 50 ribu, tapi saya langsung withdraw bisa tuh besoknya masuk ke rekening," jelasnya.