SEMARANG – Bupati Semarang Mundjirin dan anaknya, Biena Munawa Hatta, yang merupakan anggota DPRD Semarang, dipecat dari PDI Perjuangan. Keduanya dinilai melakukan pelanggaran berat karena tak mendukung rekomendasi DPP PDIP terkait Pilkada Semarang 2020.
PDI Perjuangan memberikan rekomendasi kepada Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) untuk melaju ke Pilkada 2020. Namun, Mundjirin justru mengizinkan istrinya, Bintang Narsasi, maju sebagai bakal calon Bupati Semarang lewat partai lain, yang berpasangan dengan Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono.
“Bu Mundjirin (Bintang Narsasi) itu istrinya Pak Mundjirin dan itu ibunya Awang (Biena Munawa Hatta), jadi jelas alasannya (pemecatan),” kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, Kamis (1/10/2020).
Dia mengatakan, pemecatan dilakukan terhadap dua kader tersebut. Surat pemecatan ditandatangani Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Senin 28 September. Surat itu lantas diumumkan kepada masyarakat oleh DPC PDIP Kabupaten Semarang.
“Iya kami umumkan hari ini. Kalau surat dari DPP itu tertangal 28 September dan baru tadi malam saya terima suratnya,” ungkap politikus muda itu.