JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyinggung soal aksi mogok nasional. Ia berpesan agar para buruh jangan emosional dalam menanggapi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) lantaran para pengusaha bisa dengan cepat memindahkan lokasi usahanya.
"Kalau dia (buruh) terlalu kencang, si pengusaha pindah. Nah ini yang mesti disadari oleh teman-teman, kawan-kawan buruh. Jangan emosional, jangan cepat marah, jangan mudah untuk bikin aksi massa sehingga munculnya adalah vandalisme. Perusahaan itu gampang dia pindah," ujar Prabowo dalam wawancara eksklusifnya yang dipublikasikan DPP Partai Gerindra, Senin 12 Oktober 2020, malam.
Menurut Prabowo, di era global seperti sekarang ini, pengusaha tidak ambil pusing terhadap sejumlah aksi unjuk rasa dari para pekerja atau buruhnya. Termasuk, aksi mogok nasional.
"Pabrik-pabrik sudah diasuransi. Jadi kalau mau mogok, mau dibakar mau diduduki, si pengusaha tinggalkan saja pabriknya, sudah diasuransi kok," kata Prabowo.
Bahkan, kata Prabowo, si pengusaha ini akan tetap untung meskipun dia harus meninggalkan pabriknya di Indonesia. Sebab, pengusaha juga bisa dengan mudah dan cepat memindahkan modalnya di Indonesia ke negara lain yang dituju.