Mayoritas dari 36 anak ini mendapat pesan berantai ajakan mengikuti dari whatsapp, beberapa di antaranya juga hadir karena inisiatif pribadi.
“Ada yang pernah ikut (demonstrasi) di tanggal 8 Oktober kemarin. Ada ajakan, ada yang inisiatif, kebanyakan dari ajakan chat kita semua. Dapat pesan dari WA, mereka buat grup masing-masing ada yang di-chat pribadi,” tuturnya.
Kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah dari 36 anak tersebut ada yang terbukti melakukan tindak pidana pengerusakan terkait demonstrasi pada 8 Oktober 2020 lalu. Pihaknya juga memastikan akan memanggil orang tua ke 36 anak ini.
“Kita akan lakukan pemeriksaan, nanti ada yang terkait tindak pidananya akan ditindaklanjuti. Kita pemeriksaan 1 x 24 jam, apabila ada terkait tindak pidana kita lakukan penahanan kalau tidak ya kita pulangkan. Karena anak – anak tetap dipanggil (orang tua masing-masing),” terangnya.
Selain memintai keterangan lanjut Azi, ke 36 anak yang belum sempat mengikuti demonstrasi pada Selasa ini juga telah dilakukan rapid test.
“Kita mencegah terlebih dahulu daripada menyusup. Sudah dilakukan rapid test semuanya oleh Dokkes,” tukasnya.
(Awaludin)