Dialog berlangsung sangat singkat dan seketika berakhir saat Mayjen Tugas menanyakan apakah sang pegawai limbah sudah menjalani test swab. Bukannya menjawab, sang pegawai limbah mengambil langkah seribu, dengan cepat menuruni tangga dan menghilang ke dalam lorong. Entah bingung atau takut di swab.
Mayjen Tugas memang memberlakukan aturan wajib dan rutin test swab bagi petugas dan orang yang bekerja di RSDC Wisma Atlet tanpa terkecuali. Tujuannya agar penanganan pasien Covid-19 membuahkan hasil menggembirakan.
Ditinggal pergi pegawai limbah, Mayjen Tugas tersenyum dan berbincang-bincang dengan Kolonel TNI A Kholik, Koordinator Sekretariat RSDC Wisma Atlet yang ikut sidak. Sejurus kemudian keduanya beringsut ke arah taman samping tower 2 yang menjadi tempat para petugas RSDC Wisma Atlet bersantai.
Tampak Mayjen Tugas memberikan arahan pada Kolonel A Kholik. Sang Kolonel kemudian berjalan menghampiri sekitar 10 petugas medis yang tengah duduk bersantai di bangku beton ukuran jumbo.
“Duduknya lebih renggang ya,” pinta Kolonel A Kholik mengingatkan para petugas medis yang tengah bersantai.
RSDC Wisma Atlet memiliki catatan gemilang dalam menjaga para petugas medisnya. Tak ada petugas medis RSDC Wisma Atlet yang mengalami kematian akibat merawat pasien Covid-19 yang jumlahnya hingga kini 21.794 orang. Padahal di berbagai rumah sakit di Indonesia, jumlah dokter yang meninggal terkait penanganan Covid-19 mencapai angka yang mengkhawatirkan, 136 dokter berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI).