Hary mengingatkan, pemerintah untuk mengantisipasi diantisipasi dampak La Nina berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor angin kencang, dan puting beliung yang berpotensi mengancam sektor pertanian, perhubungan (transportasi), kesehatan, dan keselamatan masyarakat.
"Sebagai langkah mitigasi perlu dilakukan optimalisasi tata kelola air secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Danau embung sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih," tuturnya.
Baca Juga: Antisipasi La Nina, Kepala BNPB: Mitigasi Nonstruktural Paling Penting!
Ia meminta, pemerintah dan masyarakat terus memonitor perkembangan cuaca untuk setiap 7 hari ke depan. Bahkan, kata Hary, memantau perkembangan cuaca 3-6 jam ke depan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
"Optimalisasi sektor pertanian terutama lahan tadah hujan, re-wetting lahan gambut, dan sektor energi berbasis PLTA," tandasnya.
(Arief Setyadi )